Card image cap
Agar Hidup Tak Sekedar Hidup

GENOTA.ID - Banyak orang yang dilahirkan pada tahun yang sama, di kota yang sama, saat sekolah, dan kuliahpun di tempat yang sama. Bahkan, nilai akademiknya juga tidak jauh berbeda. Tetapi mengapa setelah tua, nasib mereka jauh berbeda?

Salah satu sebabnya adalah karena mereka memiliki sikap mental yang berbeda.

Ada orang yang berasal dari keluarga yang berpunya, kuliah di perguruan tinggi ternama. Namun saat tuanya, mereka menjadi trouble maker dan kehidupannya amburadul.

Padahal ibarat lomba lari atau balap, start orang ini jauh di depan lawan-lawannya. Tetapi mengapa justru mereka kalah? Salah satu sebabnya adalah, karena mereka kalah dalam sikap mental. Lantas, bagaimana caranya agar semakin tua hidup kita, tak hanya sekedar hidup dan lebih bahagia?

Saran saya, lakukanlah tiga hal berikut:

1.    Tirulah kehidupan tokoh-tokoh hebat yang sudah teruji.

Tokoh yang patut ditiru bukan asal tokoh populer, tetapi tokoh yang kehidupannya memang teruji dan layak menjadi tauladan.

Kehidupan saya pernah terpuruk, amburadul dan mengalami demotivasi yang tinggi. Namun semua berangsur membaik, setelah saya pelajari kisah-kisah sahabat Nabi dan kemudian saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Saya juga pelajari kehidupan pak BJ Habibie dan pak Ciputra.

Dan tentunya saya belajar langsung dari “orang tua angkat” saya, seorang yang pada awal karirnya menjadi seorang office boy, dan saat pensiun dini ia sudah menjadi Vice President di Citibank. Saya juga belajar langsung dengan mas Zaim Uchrowi, mas Eri Sudewo dan Profesor Didin Hafidhuddin.

Selain belajar dari tokoh yang berhasil pada zamannya, belajar pulalah dengan tokoh yang tidak berhasil. Coba perhatikan apa perilaku yang membuat mereka terpuruk dan jatuh? Setelah itu jauhilah perilaku itu agar kita tak ikut terjatuh.

Orang baik dan buruk, semua bisa menjadi guru. Orang baik menjadi guru untuk ditiru. Orang buruk menjadi guru agar kita tidak ikut terpuruk. Boleh tahu, siapa tokoh atau orang yang hidupnya Anda tiru? Sudahkah kebiasaan baiknya Anda ikuti?

2.    Biasakan memiliki target yang menantang.

Selain memberikan arah, target yang menantang itu mengundang energi positif, datang silih berganti dalam kehidupan Anda.

Saat saya memulai membuat website, saya mencanangkan target: Dalam waktu 2 tahun, peringkat website saya di Alexa harus melebihi peringkat website seorang trainer ternama yang websitenya aktif ketika itu. Alhamdulillah, saat ini peringkat website saya di Alexa sudah jauh lebih baik dari tokoh tersebut. Karena target sudah tercapai, saya mencanangkan target baru: Saat ulang tahun website saya yang ketiga, yaitu pada Februari 2014, peringkatnya di alexa sudah dibawah 1.500.

Bukan hanya dalam urusan website, dalam semua urusan yang strategis saya selalu menetapkan target yang menantang. Termasuk kepergian saya ke Cairo kali ini, juga dalam rangka mewujudkan target saya di bidang training.

3.    Biasakanlah mengajukan pertanyaan yang memberdayakan diri sendiri. Misalnya, “Apa yang harus aku lakukan agar orang tuaku bangga kepadaku? Bagaimana agar aku selalu bisa menjadi suami sekaligus ayah yang terus bertumbuh? Apakah perilakuku sudah lebih baik dari tulisan dan perkataanku?”

Pertanyaan-pertanyaan lain bisa dikembangkan sesuai dengan kondisi Anda. Misalnya, “Apabila aku meninggal hari ini apakah bekal yang aku bawa sudah cukup? Bagaimana agar bekalku semakin berlimpah? Pantaskah aku kelak memeluk nabi di kehidupan yang abadi? Apa yang harus aku lakukan untuk memantaskan diri?”

Praktekkan ketiga hal tersebut di atas, insya Allah kehidupan Anda akan semakin berkualitas. Anda benar-benar hidup bukan hanya sekedar hidup.

Salam SuksesMulia! (Oleh: Jamil Azzaini)

Sebarkan Kebaikan Anda
Responsive image
GenOTA (Gerakan Orang Tua Asuh) adalah Salah satu program dari LAZNAS Yatim Mandiri dalam bentuk kepedulian sosial untuk menjamin keberlangsungan pendidikan anak yatim dhuafa berprestasi
Kantor Layanan
Jalan Raya Jambangan No.135-137 Surabaya
(031)8283488
08113251112
genota@yatimmandiri.org
Ikuti Kami